Senin, 11 Januari 2016

catatan harian kampus part 3

Hari itu adalah hari minggu.saya berada di kampung,rencana siap-siap ke sungguminasa,ku pergi menuju belokan ujung kampung,sembari menunggu mobil untuk mengantarke suungguminasa.sembari melihat-lihat petani membajak sawahnya,ada yang menggunakan mesin dan ada pula yang masih menggunakan tenaga kuda.lalu lalang orang berjalan di pinggir bajakan sawah mereka,ada yang mencangkul dan aktivitas lainnya.tiba-tiba mata tertuju pada hutan pinus yang begitu rindang membuat hati sejuk dan damai dim temani terabangan burung-burung yang melayang di atasnya.jamdelapan telah berlalu dan aku masih duduk di atas batu menanti mobil namun tetap tidak ada bayangan.ada 1 yang lewat tapi hanya mobil pick up pengangkut barang ke pasarjam 10 pun telah tiba,hingga akhirnya say pulang dengan jalan lunglai,tiba-tiba saya di panggil oleh pemilik rumah yang tak jauh dari ujung belokan itu.panggilannya tiada saya sangka,di panggil makan nagka sembari bercerita hingga akhirnya lupa kalau hari ini saya berniat ke sungguminasa.
setelah selesai saya pun berpamitan di antara terik matahari.sampai di rumah tante,mereka pun terkejut yang sangkaannya saya sudah di tengah perjalnan kok masih di kampung.lalu say berniat pinjam motor untuk di antar ke bili-bili lalu kemudian saya naik pete-pete ke terminal sungguminasa.
tetapi perdebatan panjang yang membuat saya bingung apakah di kasi atau tidak,dalam keadaan seperti itu saya tiba-tiba menuju rumah tante yang lain yang seblumnya memang di tawari motor yang di opake untuk mengantar saya ke bili-bili.dan Alhamdulillah saya dapat.saya pun memanggil suami adek sepupu saya untuk mengantar saya yang hari itu sebenarnya agak berat meminta bantuannya karena mertuanya sedang membangun rumah belakang yang digunakan untuk kandang sapi.
pukul 12 telah tiba dan akhirnya kami8 pun berangkat.sampai di bili-bili jam stengah 2 lalu saya menyelipkan uang 10.000 kepada suami adek sepupu saya untuk beli rokok yang sebenarnya ia tolak.lalu saya suruh ia kembali dan saya sendiri di pinggir jalan berdiri seperti hilang tak tahu arah,lalu saya menahan motor kosong untuk mohon menumpaang tapi tida di kasi naik yang beralasan hanya beli jagung di skitar jalanan.dan pikir ku tidak karena ia pake helm lengkap tapimpikiran negatifku ku hilangkan lalu akum kembali duduk di kursih panjang milik ruko di pinggir jalan.lalu saya melihat mobil pete-pete warna merah dan berhenti di depan saya.dan hari itu adalah hari pertama saya sendirian naik pete-pete tanpa ada seorang pun yang saya kenal.di setiap sisi jalan mobil selalu berhenti mengambil penumpang hingga kami semakin sesak di atas mobil.musik rege dan rock and roll mengiringi perjalnan kami.hingga satu persatu penumpang turun dan semakin jauh kami di bawa mobil itu hingga akhirnya terminal sudah dekat tapi karena saya bingung hingga akhirnya pak sopir tidak berhenti di jalan yang saya maksud karena saya terlambat kasi info.lalyu kemudian saya berjalan kembali dan masuk lorong menuju hamusa tempat saya tinggal di sungguminasa.saya di tanya oleh udin dan mimin tentang motor saya dan kenapa bisa saya jalan kaki.lalu saya katakan bahwa motor saya kemasukan air hingga tidak bisa menyala.lalu kemudian saya masuk rumah dan menyalakan tv.malam puntiba ku sengaja rendam pakaian dan cepat istrahat.suara alunan masjid pun terdengar lalu sya terbangun tapi tersuntuk tiba-tiba saya mendengar suara pak walid guru agama saat SMP dan SMA,"herman" suarapanggilan  itu sontak membangunkan dan teringat ketika di bangunkan oleh pak walid saat SMP  dan setelah itu saya sholat subuh lalu  saya mencuci pakaian yang saya rendam.lalu saya berjalan keluar rumah dengan celana pendek baju putih menggendong tas hitam yang di dalamnya berisi beberapa lembar pakaian dan beras punuk kurang lebih satu liter.ku berjalan di antara sejuknya pagi tanpa polusi,motor belum begitu ramai danj saya menikmati perjalanan di sisi jalan sambil melihat ibu-ibu yang siap siaga dengan jualannya dan ada pula yang membersihkan taman dan menyiram bunga.lalau saya berjalan tanpa henti,sesekali saya melihat ke langit pagi dan saya melihat awan di ufuk timur dengan gambar berdoa dan di sampingnya nampak seperti piringan besar.lalu saya berjalan terus dan kendaraan mulai banyak yang lalu lalang,kaki mulai merasakan letih tpi terus saya ayungkan kaki tanpa henti.sepertiga perjalnan sudah saya tempuh dan saya dapat pelajaran bahwa supaya tidak terlalu letih berjalan jangan seskalui-kali menghadap ke belakang karena akan membuat lelah dan terasa jauh.lalu sya mencoba menerpkan dalam hidup saya bahwa saya jangan selalu melihat masa lalu karena mungkin hanya akan mungkin melelahkan perjalnan hidup saya.
lalu berjalan terus hingga saya melihat satpam di depan kampus UIN Alauddin Makassar yang berlokasi di SAMATA(kampus 2) lalu saya berjalan memasuki pintu gerbang menuju salah satu kost teman di belakang kampus.lalu saya tiba-tiba di sapa oleh seorang perempuan berkerudung panjang membawa helm merah jambu yang saya tidak tahu orang itu siapa.sejenak penasaran dengan orang itu tapi mungkin agak lelah ku palingkan pikiran fokus ke arah jalan sehingga cepat sampai dim kostnya sutrino dan saifullah.
saya lihat wahab dan tasril yang masih tidur bebaring memanikan hp nya.sutrino yang masih belum melipat selimut dan kelambunya.lalu sya bercerita bahwa saya jalan hingga sampai mke kostnya tapi mereka agak kurang percaya dan saya nginap beberapa hari di kostnya dan barulah ia percaya bahwa saya tidak berkendara ke kostnya.
thank you imo,ipul,wahab,dan tasril atas tumpangannya.
saya tidak berjanji akan membalas tapi budi baik kalian saya tidak akan lupa.
kalaulah saya tidak bisa membalas cukuplah Allah sang pembalas perbuatan baik manusia.

#TAMAT 

Selasa, 05 Januari 2016

catatan harian kampus part 2

    Hari ini hari begitu terang,lalu ku tarik si jago merah untuk menuju kampus peradaba kampus UIN Alauddin Makassar.tempat dimana saya menimbah ilmu dan beajar menjadi manusia yang sesungguhnya.
lalu setelah tiba di kampus,ternyata tidak ada perkuliahan.lalu saya bertemu pak touku umar dan bu andi miswar lalu mengajak saya pergi penelitian perpustakaan di suatu daerah yang jauh dari perkotaan.suadah terlalu jauh naik mobil dan ternyata kepala sudah mulai puyeng.ku cobas mainkan hp namun tambah puyeng.sertelah beberapa lama akhirnya tibalah di tempat yang di tuju.sunyi senyap karena siswanya sudah libur hanya beberapa staf perpustakaan yang ada.lalu kami di tuntun masuk ke perpustakaan mini saya bilang karena perpustakaan SMP tapi sekecil itu ruangannya.lalu saya dan pak touku memasang spanduk dan mengolah beberapa buku.hingga sore pun tiba dan tiba-tiba kepala sekolahnya datang dan pak touku umar pun berbicara panjang lebar.malam akan segera tiba lalu kami bergegas untuk pulang dan melanjutka esok hari.
    kembali pagi-pagi ku bawa si jago merah ke kampus untuk bertemu pak touku dan bu andi mizwar.ternyata kemarin di kampus terjadi tragedi penculikan motor 2 sekaligus.lalu si jago merah saya titip di kost-nya teman untuk menghindarim hal yang tidaqk diinginkan.
lalu kami naik mobilnya bu andi mizwar dan menunu tempat yang kemarin.keadaan yang sama,tanpa siswa yang kami temui,tapi ternyata lain darim itu kami di jumpai segerombolan monyet.yang awalnya hanya 2 ekor lalum kemudian di buru oleh 2 ekor anjing dan ternyata di balik pohon-pohon utu keluarlah berhamburan monyet-monyet itu dan anjing pun kembali dengan ekor di bawa tanah pertanda takut.
   Disisi lain staf [perpustakaan itu terlihat anggun dan menarik serta ramah.lalu sedikit menggoda pak touku.
man cantik juga..
hhee.iye pak tapi kok ada anak-anak yang selalu ikut.
ah sepupunya itu atau kalau tidak mungkin adiknya.
cek per cek ternyata anaknya.
say dan pak touku tertawa dseraya memperbaiki buku.
baru mau di senter-senter man ternyata sudah punya anak,aiii

  Pengalaman menarik,menyisakan keindahan dan keceriaan bersama monyet-monyet liar itu.kami pun pulang dan di sisi jalan bu andi mizwar membeli ikan dan seikat pisang.

terima kasih pak dan bu,ajaknnya.kalau boleh sering-sering ya,,hee semoga nanti kalau ketemu stafnya bukan lagi yang sudah punya anak tetapi yang single parent.hehhhe...
makasih juga ampaonya bu,


bersambung.....

Senin, 04 Januari 2016

aku,dia dan perpustakaan

     Senja itu lumayan indah dengan warna jingga di ufuk barat,semakin mesra di hempas lambaian angin sepoi-sepoi.seorang lelaki menatapi indahnya sunset.tak berpaling sebelum mataharinyan tenggelam.Baru saja beranjak dari tempat ia berdiri,hp-nya pun berdering.
halo,selamat petang,iye kenapa tiara?"jawabku di telpon".
begini boy,saya punya tugas dari dosen,bisa kamu temani saya ke perpustakaan?"ajaknya"
apa.ke perpustakaan.cari dong tempat yang bergengsi sedikit,misalnya warnet atau warkop.
perpustakaan,kamu mau jadi kutu buku.kamu bercermin dulu lalu perbaiki jilbab mu,lalu kamu pikir dalam-dalam cocok g kamujadi iutu buku.ini sudah modern,informasi atau kerja tugas sudah bvanyak kok di luar."jawabku kesal"
jadi kamu pikir perpustakaan itu tempat yang tidak layak?
banyak sekali orang sukses kok yang lahir dasrimperpustakaan,bahkan tokoh-tokoh dunia yang terkenal karyanya sampai sekarang adalah anak kutu buku.tidak usah banyak ngeles,kalau tidak maum temanin aku tidak apa-apa,bilang saja."timpalnya kesal"
ok.ok.ok...besok saya liat,mungkin saya bisa,tapi jangan terlalu pagi ya.
masih ngantuk,lagian kan masih bnayak waktu,besok juga libur kuliah kok."kataku"
iya tapi janji ya,temani aku besok"pinta tiara"
iya siap komandan kutu buku."jawabku"

      suara adzan pu berkumandang,ku tuntun diri ini menuju kamar untuk siap-siap sholat maghrib.
lalu ku sempatkan membuka hp untuk membaca qur'an digital sebelum berakitivitas lain.
beberapa saat mkemudian ku ambil remot lalu ku nyalakan tv untuk mendapatkan informasi dan menghibur seorang diri.larut malam pun tiba tapi teman-teman pun belum datang,ku matikan tv lalu ku ambil hp dan browsing di internet.tidak dapat di pungkiri yang pertama saya jelajahi adalah facebook.tak ku sangka ternyata sepupu yang ada di malaysia pun aktif di dunia maya,sehingga kami chat dan bertukar infiormasi.
begitu hebat dunia maya,canggih ya sekarang.saya di indonesia tercinta lalu sepupu saya ada di malaysia tapi kami dapat bertikarn informasi dengan begitu mudahnya.lalu saya teringat   habiburrahman el shirazy
ketika seminar di kampus yang mengatakan bahwa jarum yang jatuh di makassar itu sudash terdengar sampai di amerika,australia,hongkong,china dan beberapa negara di dunia.coto makassar ahrumnya sudah tercium di beberapa belahan dunia itu karena kecanggihan teknologi.
ternyata benar,dengan butuh biaya sedikit saja kita sudah bisa saling berkomunikasi dengan dunia luar bahkan beberapa di belahan dunia.

    Lalu ku tidurkan badan ini hingga subuh,setelah subuh ku lanjutkan taik selimut mini untuk melanjutkan mimpi-mimpi yang tertunda.tidur begitu pulas namun mimpi yang ingin saya sambung ternyata dtidak kesampaian,lalu karena keterpulasan tidur itulah sehingga tak sadar bahwa hari ini punya janji dengan si kutu buku untuk mengantarnya ke perpustakaan.



bersambung......

catatan harian kampus part 1

sebelum menuju perpustakaan ku sempatkan diri islam (isi lambung) di fakultas tarbiyah,belanja sekedarnya.lalu setelah makan saya liat orang lalu lalang dan kadang membuang sampah di sisi jalan.lalu saya berfikir kalau in terjadi terus maka akan membawa bencana.tapi ku palingkan wajagh ini kepada penjual yang ada di bawah tangga fakultas tarbiyah dan keguruan.ku lihat gadis manis bekerudung merah,tatpannya tajam entah kenapa menatapku dalam seperti itu.lalu ku amati dan ku perhatikan diriku,ternyata tidak ada yang salah dengan pakaian yang aku kenakan.dan masalahnya sudah saya temukan ternyata saya belum bayar.hahha.
tapi setelah bayar pun,ia selalu dasn masih memandangi saya.lalu ku beranikan diri bertnya,,heii gadis manis,ada apa gerangan,,,
lalu ia menjawab,,,heyy juga cowok gagah,engkau mirip dengan sahbatku di rumah,tiap hari selalu ku beri makan..lalu kun panggil..push...pushhh..kemarilah engkau...
wahhh ternyata,,,,,
tapi tidak samnpai disitu..saya melihat dia sampai tidak berkedip,sayan terpikir kan sesuatu tenmtang cewek itu.ternyata dia mirip salah satu teman smp saya,dan hampir saja saya memanggil namanya,,tapi saya tersadarkan oleh senggolan kakek-kakek yang bakal beli roti dan susu brand.
aku langsung cabut ke perpustakaan dengan membawa pikiran tentang cewek itu.

bersambung....

negeriku yang tak bersampah

saya akan bercerita tentang sampah.sampah itu bisa jadi manfaat dan bisa jadi bencana.ketika sampah di jadikan sahabat maka dia akan memberimu manfaat dan ketika dia kamu jadikan musuh maka yakin ia akan memberimu bencana.sampah elalu identik dengan kotoran,jelata dan selalu di jauhi manusia terutama orang elit.Itu di Indonesia,di beberapa negara malahan mengimpor sampah,ini menandakan bahwa tingkat kreatifitas dan kemajuannya sangat pesat,sampah saja bisa jadi bahan impor apalagi yang lebih bermutu.mungkin ya kalau sampah di indonesia di impor akan habis sampah di indoenesia,lalu apa yang m,enjadim setelah indonesia seperti singapura yang super bersih?
apa ia yang menjadi sampah adalah para koruptor yang kebal hukum.
sungguh ironi,terkadang saya melihat tulisan di beberapa tumpukan sampah"jangan buang sampah sembarangan" lalu di setiap sisi tulisa itu sampahnya menggunug.ini yang salah siapa?apakah orang yanmg membuang sampah di tempat itu karena tidak menghiraukan peringatan itu?
ataukah orang yang memasang tulisan itu,sudah tahu tempat itu adalah gunungan sampah malah di tulisi larangan?
jaga pertiwi kita dari bencana sampah.kalau boleh berusul ya,mungkin boleh di tambah 1 kabinet kerja yang menaungi persampahan.jadi namanya menteri sampah,hahaha.jadi pekerjaannya adalah menaungi dan mendidik organisasi-organisasi masyarakat yang mempunyai kreatifitas di bidang persampahana.kalau negeri lyuar mengimpor sampah kita tidak perlu mengimpor,sampah kita sudah cukup banyak kok.yang kurang adalah tangan-tangan atau kekuasaan tentang orgisir sampah yang kurang.meskipun sudah ada di berbagai tempatr di beberapa daerah tetapi masih jauh dari sorotanpemerintah.ini harusnya m,enjadi perhatian tersendiri karena banyak bencana terjadi itu di sebabkan karena sampah yang di buang pada sembarang tempat.lalu kalau ada yang orang yang mengorganisir dan memanfaatkan sampah maka perlu dukungan,bukan hanya duklungan moraltetapi tentunya perlu dukungan finansial.
jaga negeri kita dari sampah dengan memanfaatkan sampah.

Minggu, 03 Januari 2016

KONGRES HMPII V DI UNPAD

 Sebuah kebanggaan besar ketika kita mahasiswa dari kampung bisa keluar daerah.bukan sebuah gengsi tapi sebuah alat untuk menepis bahwa kita yang dari kampung juga bisa berpartisipasi sama halnya mahasiswa pada umumnya. bukan itu yang saya cerita.tapi perjalanan saya dan kak damis menghadiri kongres HMPII V (Himpunan Mahasiswa Perpustakaan dan Informasi Indonesia) Di Universitas Padjadjaran jatinangor sebagai perwakilan delegasi Univ.UIN Alauddin Makassar. hari-hari sebelum berangkat saya tidak pernah berfikir bahwa saya akan pergi berbagai informasi dari LO (pendamping) tidak pernah saya hiraukan,takut saya selalu respon tapi toh ujung-ujungnya tidak jadi.Jadi saya mempersiapkan pergi kesana antara sadar dan tidak sadar,seolah cuek dan tidak benar-benar yakin.saya sadar benar-benar pergi ketika saya melihat secara kasat mata dan secara langsung BANDARA SOEKARNO-HATTA. Lah serius saya di ibu kota? pikiran saya ketika jalan berbarengan dengan kak damis (ketua himpunan jurusan ilmu perpustakaan). setelah keluar ke bandara,kak damis langsung menuju penjual roti.nama rotinya "ROTI BOY". stelah itu kak damis pergi beli tiket bus untuk ke Bandung.karena kami berangkat dari makassar ke jakarta sudah sore kira-kira jam 03.20 wita (waktu indonesia terserah aku).hee jadi sampai di jakarta sudah hampir malam.Bus pun tiba,dengan sigap ku tarik koper menuju Bus itu. ** Ternyata perjalanan cukup jauh dan macet di depan membentang cukup panjang.saya yang sudah lebih 17 tahun tidak naik bus akhirnya tidak tahan suasananya,kepala panas dan perut teraduk-aduk karena sudah terlalu asing baginya.ruangan area bebas rokok pun menjadi incaran dan masalahnya adalah bapak berkumis tebal mengisap rokoknya dengan begitu nikmat, menikmati pembunuh lamban itu. terharus saya meninggalkan dan terharus pula menahan keluarnya "roti boy" tadi. ** Alhamdulillah akhirnya sampai di penurunan bus itu namun oleng.suasana sumedang ternyata dingin juga,namun saya berinisiatif mencari minuman dingin untuk mendinginkan kepala yang oleng.tambah dingin dan ujung-ujungnya menggigil. Suara telpon genggam kak damis pun berbunyi,ternyata LO (pendamping) yang menelpon dan beliau di jalan sedang menuju tempat kami di simpan oleh pak sopir busnya. Agak cukup lama menunggu seorang cewek baju hitam berjaket hitam lalu kepala menengok kesana kemari namun kami hanya diam dan menilmati kebingungannya sebelum di sapa olehnya. kak damis? kak herman? katanya.. Lalu kami menuju mobil mewah warna putih dan di dalamnya terdiri dari 2 cewek mahasiswa UNPAD. wah oleng yang tadi bersarang di kepala ternyata terbang sejauh-jauhnya.. maaf kak damis yang duduk sendirian paling belakang,lalu saya di kursih tengah bersama LO. perkenalan pun mulai. Dan ternyata kak damis yang baru kenal beberapa detik yang lalu sudah nyambung pembicaraan dan keakraban seolah sudah lama terjalin. Lalu saya.. penyakitnya kambuh. pendiam dan tak banyak bicara dia memang gitu orangnya kalem."kata kak damis". senang juga sih dibilang kalem,sok sok cool gitu.meskipun aslinya..nyeronoh juga.masalahnya adalah karena saya tidak begitu mudah cepat nyambung dengan orang baru. tapi kak damis wadduh pokoknya..beliau bilang anggap rata.ckckckc ** jam 10.35 kami pun sudah sampai. ternyata cukup lelah juga,perkenalan kecil-kecil dengan ketua panitia sebelum menuju kamar yang di tujukan. sebelum tidur tidak lupa LO tadi membawa nasi kotak berisi potongan ayam dll. tak banyak cerita saya pun menuju ranjang bagian atas dan kak damis di ranjang bawahnya.terlelap hingga subuh,kami pun tak tahu kedatangan dari delegasi dari kampus lain,yang satu kamar dengan kami. dengan masih lelah saya wudhu dan akan sholat. Dan masalahnya adalah saya tidak tahu mana arah kiblat,lalu berfikir bahwa saya pernah mendengar ayat bahwa di mana pun kamu menghadap disana lah wajah Tuhan mu.Lalu saya sholat dengan yakin seyakin-yakinnya bahwa itu adalah arah kiblat.karena masih lelah usai sholat sya pun masih tidur guna menambah stamina tidur.Dan ketika pagi hari muncul saya pun terbangun.Dan ternyata tadi subuh saya sholat menghadap ke timur. Lalu pagi itu saya keluar menuju kamar samping dan selfi.yaa kan malu ketika dilihat orang, lalu upload ke sosmed "selamat pagi bandung" lalu saya cepat-cepat masuk kamar karena LO-nya sudah datang dengan nasi kotak. Pagi kak.ini sarapannya,"katanya". oh iya makasih."balasku" kak damis sudah bangun? oya kak setelah ini siap2 ya kita ke kampus UNPAD jam 8."lanjutnya" belum masih lelah kayagnya.oh iya siap komandan, nanti saya bangunkan kak damis."lanjutku jua sambil hormat". *** saatnya menuju kampus,ternyata kak damis begitu akrab dengan teman-teman dari delegasi kampus lain.Dan tentunya saya di tinggal,dengan maksud saya bersosialisasi dengan teman-teman lain.Dan anehnya saya tidak mudah nyambung dengan teman yang laki-laki,klo cewek cepat juga.Dan terbukti saya akrab dengan beberapa cewek dari berbagai delegasi lain,misalnya saja annisa dari bengkulu, balqis dari UNPAD (panitia) ada lagi dari atjeh tapi lupa namanya. beberapa menit kemudian angkot pun tiba.kami di angkotin menuju UNPAD. lalu kemudian kami digiring oleh panitia dan LO menuju ruangan seminar dengan pembicara pak Suherman peraih CONSAL Award pustakawan terbaik tingkat asia tenggara dan membagikan bukunya setiap delegasi 1 buku yang berjudul"mereka besar karena membaca". Pembicara kedua adalah Dekan FIKOM UNPAD yang salah satu pembuat UU NO 43 TH 2007. seminar begitu berjalan dengan sukses karena sebanding dengan candaan dan seriusan antara narasumber. *** Kongres pun dimulai Di depan kami sudah ada 3 presidium sementara dan dialog pun terjadi hingga malam hari dan ternyata kak damis begitu antusias dalam ruangan dan saat itu makassar khususnya UNIV.UIN Alauddin terdengar dari pojok ke pojok dan dari sudut ke sudut ruangan. hingga akhirnya kita kembali ke wisma jam10 malam. *** setelah sampai saya langsung menuju kamar karena saya selalu di lepas oleh kak damis dengan tujuan bersosialisasi. Namun entah,saya lebih suka masuk di kamar sambil membaca buku yang diberikan pak Suherman. beda dengan kak damis yang setiap ada orang bergerombol beliau pasti tinggal dan bercengkrama dengan mereka. ya salam.baru kemarin kenalnya kok akrabnya segitu amat ya."pikirku". saya pun tak sadar bahwa saya tertidur hingga pagi hari,dan tentunya subuhannya tidak menghadap timur lagi.beda kemarinnya. LO pun datang membawa nasi kotak. Assalamualaikum...sambil ketok-ketok pintu. ku buka pintu dan ucapan terima kasih dan senyum pagi terlintas lalu beliau pun berlalu. setelah usai sarapan kami lagi-lagi di angkotin menuju kampus,namun beda dengan hari kemarin kita tempat berbeda karena ruangan itu di pake oleh jurusan lain. kongres pun sampai sore belum selesai jua. hingga akhirnya kita kembali ke wisma dan siap-siap galadinner.pertunjukan setiap delegasi pun di sajikan,sambil bakar-bakar sosis ayam,kami cerita-cerita lepas. saat itu saya usai bakar 1 tusuk,enak juga ternyata. lalu saya lihat cewek duduk sila sendirian di terpal dekat pembakaran sosis-sosis itu. hay..delegasi dari mana?"tanyaku" panitia konsumsi."jawabnya". oya disana ada air hangat,teh juga ada dan sudah bakar sosis?"lanjutnya"? oh iya saya ambil air dulu"kataku" Dan saya hanya ambil air hangat tanpa warna. kenapa hanya air putih."tanyanya". takut diabetes."jawabku". perkenalan pun jalan dan cerita2 agak banyak. dialah balqis mahaiswa dari UNPAD panitia konsumsi. bersamaan dengan itu kak damis pun tampil membaca puisi yang kira-kira maknanya mahasiswa tertidur lelap dan tidak lagi peduli dengan kebijakan-kebijakan yang ada.kekritisan itu sudah terkikis dan bahkan hampir hilang.agent of change itu sudah hampir tiada. Lalu balqis menyarankan saya bertanda tangan di sebuah spanduk yang bertuliskan kira-kira seperti ini. selamatkan jambi,kalimantan dan daerah-daerah yang terkena asap. Namun saya belum ke spanduk itu karen alasan masih banyak yang rebutan marker untuk berkreasi tandatangan disana.. Setelah tema

puisi kenangan sman 1 biringbulu



malam yang dingin tak terasa kembali
sayup-sayup terpaan angin malam tak lagi kurasa
masa itu kini hanya tinggal angan.
4 tahun lalu telah berlalu
ku di tempa di sekolah yang mengajarkan aku hidup
semua seolah sirna terbawa waktu
suka duka telah ku lalui di tempat ini.
aku tak berdaya mengukir kembali masa itu